Cinta Memang Gila

995 Kata

“XAVIER! DENGERIN AKU! JANGAN TUTUP MATA KAMU!” Suara Ara pecah. Tangannya gemetar menekan luka tembak di punggung Xavier. Darah tidak berhenti mengalir, membasahi lantai beton yang sudah lebih dulu berubah merah. Xavier terengah. Napasnya berat, putus-putus. Pandangannya kabur, tapi wajah Ara masih jelas di hadapannya. Wajah yang sama yang membuatnya tetap bertahan hidup sejauh ini. “Hey…” gumamnya lirih. “Aku masih di sini, aku masih sadar.” Ara menggeleng keras. Air matanya jatuh tanpa henti. “Jangan ngomong. Jangan berani tutup mata. Kamu dengar aku? Kamu hidup. Kamu harus hidup!” Anak buah Xavier berlarian. Suara tembakan mulai mereda. Gedung tua itu akhirnya sunyi, hanya tersisa bau mesiu, darah, dan besi hangus. “Bos!” teriak seseorang. “Ambulans gelap udah dipanggil! Lima me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN