Malam itu pecah tanpa peringatan. Ledakan kecil di gerbang timur membuat alarm mansion menjerit. Lampu menyala dengan serentak. Penjaga penjaga berhamburan keluar. Xavier baru saja melangkah keluar kamar ketika suara tembakan keras terdengar, teredam dan mematikan. “Ara….” Terlambat. Kaca jendela pecah. Asap tipis memenuhi ruangan. Xavier meraih pistol, berlari. Tapi kamar sudah kosong. Ranjang berantakan. Jendela terbuka. Udara dingin masuk membawa satu hal yang membuat dunia Xavier runtuh: bau darah Ara. “HEY KALIAN!” teriak Xavier ke komunikator. Suaranya pecah. “KUNCI SEMUA JALUR. CARI CALON ISTRIKU SEKARANG!” Di luar mansion, tiga bayangan bergerak cepat. Terkoordinasi. Terlalu rapi. Tiga musuh lama Xavier bersatu. Sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi. Xavier berdiri d

