Semua orang berkumpul di ruang tamu, sore ini cuaca sangat cerah. Obralan ringan menghiasi kebersamaan mereka. Setelah seharian para lelaki pencari nafkah berlomba mengumpulkan sesuap nasi. “A’ Raya tidak suka Aa’ ngobrol sama si rom*beng” tegur Raya. Dahi Adi mengkerut tidak tahu siapa itu si rombeng yang dimaksud Raya. “Si rombeng, Ratih, Ratih.” “Ah Aa’ ni.” “Pokoknya Aa’ tidak boleh lihat wanita lain selain kita bertiga.” “Raya tidak ikhlas apalagi yang dilihat si rombeng.” “Kalau sampai Aa’ jelalatan lihat cewek lain, Raya perko*sa Aa’” lanjut panjang lebar Raya. Raya terbakar cemburu setelah tadi memergok Ratih cari muka di depan Adi berpura-pura tanya tugas pekerjaan yang tidak dipahaminya. “Astaghfirullah hal adzim.” Semua orang yang ada di ruang itu serempak beristigfa

