Pak Burhan setelah selesai menyuapi anak-anaknya langsung terkapar di kursi panjang tempat bu Naya duduk. Paha bu Naya dijadikan bantal sedangkan bantal sofa ia peluk. Menurut beliau paha bu Naya lebih empuk dan nyaman buat melepaskan ketegangan di badan dan pikiran. “Maya dan keluarganya tidak berkenan menempati rumah itu.” “Bapak Samuri enggan meninggalkan rumahnya karena banyak santri yang membutuhkan” terang Reyhan. “Jual saja rumahnya, uangnya belikan ladang sawah atas nama Maya” perintah Beni. Ustaz Samuri dulunya termasuk orang kaya di kompleksnya meski tak sekaya pak Burhan. Beliau mempunyai beberapa toko baju grosir dan juga lahan sawah yang luas nan banyak. Tapi sayang kekayaan dicuri habis oleh adik tirinya. Hanya sisa sedikit di bank, jumlahnya pun tidak lebih dari tig

