CINTA SEGI EMPAT

1745 Kata

Setengah jam telah berlalu Raya membiarkan Reyhan puas memandang dirinya tanpa bersua. Tetapi rupanya Reyhan kuat juga bertahan menatap lekat wajah cantik Raya entah sampai kapan. “Sudah, kenyang?." "Perutku lapar, mau cari makan!.” “Cacing di perutku akan terus bernyanyi bila hanya memandang wajahmu” cicit Raya sebal. Raya mulai risih dengan tingkah Reyhan, tak henti-henti menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian. Raya beranjak dari kursi untuk pergi meninggalkan Reyhan memesan makanan, perut Raya melilit minta diisi. Dari tadi Raya menelan ludah melihat makanan yang dipesan orang di sebelahnya sebuah gurami bakar beserta lalapan yang lengkap. Sangat menggugah selera nafsu makan siapa pun yang melihat terutama sambal yang menghiasi piring seakan memanggil Raya untuk segera melah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN