"You okay?" selidik Angga melihat ekspresi istrinya mendadak tegang. Ia melambaikan tangan di depan hidung Elara kala perempuan itu termenung lama. "El?" "Hah?" Elara tergagap dari lamunan. "Oh! I–iya, kenapa?" "Whassup?" Elara meletakkan ponselnya. Bibirnya ditarik menyerupai garis lurus. "Nggak apa-apa. Cuma masalah kerjaan, ada laporan keuangan yang perlu direvisi. Kayaknya tadi konsentrasi saya agak error," katanya beralasan. Jantungnya masih berdegup resah, namun ia mengusahakan tetap tenang. Seperti sikap Angga yang tetap chill out ketika dirinya misuh-misuh tak karuan. Konyol rasanya ia mengonfrontasi Angga. Jangan sampai pria itu tahu di dadanya kini tengah tersulut bara. Lagipula, bukankah mereka sudah berjanji untuk tidak saling mencampuri urusan masing-masing? Tapi ini Tir

