Tiga Puluh

1156 Kata

"You okay?" selidik Angga melihat ekspresi istrinya mendadak tegang. Ia melambaikan tangan di depan hidung Elara kala perempuan itu termenung lama. "El?" "Hah?" Elara tergagap dari lamunan. "Oh! I–iya, kenapa?" "Whassup?" Elara meletakkan ponselnya. Bibirnya ditarik menyerupai garis lurus. "Nggak apa-apa. Cuma masalah kerjaan, ada laporan keuangan yang perlu direvisi. Kayaknya tadi konsentrasi saya agak error," katanya beralasan. Jantungnya masih berdegup resah, namun ia mengusahakan tetap tenang. Seperti sikap Angga yang tetap chill out ketika dirinya misuh-misuh tak karuan. Konyol rasanya ia mengonfrontasi Angga. Jangan sampai pria itu tahu di dadanya kini tengah tersulut bara. Lagipula, bukankah mereka sudah berjanji untuk tidak saling mencampuri urusan masing-masing? Tapi ini Tir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN