Dua Puluh Delapan

1550 Kata

"Kapan kalian berencana pulang ke Jogja?" "Hmm ... kami usahakan secepatnya, ya, Mam. Kebetulan aku sedang sibuk. Elara juga masih ngurus jadwal cuti," kata Angga di telepon menenangkan hati ibunya. Dirinya tengah dalam perjalanan menuju kantor sebuah stasiun TV di mana ia diundang sebagai narasumber pagi ini. "Mami kangen, ya?" "Idih, ndak usah besar kepala! Mami kangen mantu Mami, bukan kangen kamu!" "Teganya!" Angga tertawa lepas. "Mami lagi apa?" "Membantu Yu Dar di dapur." "Jangan bilang masak jeroan buat Papa lagi?" selidik Angga. Di rumah orang tuanya, Yu Dar adalah asisten tertua, bahkan semenjak Angga masih bayi, Yu Dar sudah ikut bersama mereka. Yu Dar terampil memasak jeroan sapi, entah itu usus, babat, dan bagian-bagian lain yang membuat Angga bergidik teringat akan kadar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN