Bila jatuh cinta adalah perkara yang berbahaya, maka sepertinya itu benar. Elara dilanda gelisah. Belum genap tiga bulan usia pernikahan mereka, perjanjian konyol itu mulai amburadul. Elara kini mempertanyakan kewarasannya. Entah siapa yang harus disalahkan. Haruskah Elara menyalahkan Angga yang gencar mendekatinya? Siapa yang bisa tahan berdekatan dengan pria yang manis dan perhatian. Atau haruskah ia menyalahkan dirinya sendiri yang gampang luluh oleh pesona Angga? Wajahnya merona, teringat dirinya semalam tidur berpelukan dengan suaminya. Tidak ada kecupan atau ciuman setelah pipinya banjir oleh air mata. Angga hanya memeluknya sambil berbaring dan mengusap-usap punggungnya. Entah sampai pukul berapa, ia tidak tahu. Kala terbangun, Elara mendapati Angga tidur di lantai beralaskan selim

