Di sana, dalam kesunyian kamar yang seolah menjadi saksi bisu setiap pikirannya, ia duduk termenung, mencoba memahami keputusan yang telah diambilnya. Hatinya tak tenang, dipenuhi keraguan dan keyakinan yang mulai pudar. Pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab terus menghantui, membuatnya merasa gelisah dan berat di hati. Apakah ini benar jalan yang seharusnya ia tempuh? Atau mungkin langkah ini adalah kesalahan besar yang kelak akan ia sesali seumur hidup? Di sudut cermin, bayangan wajahnya tampak redup, mencerminkan perasaan berat yang ia simpan dalam-dalam. Satu sisi dirinya ingin percaya bahwa Javier adalah pilihan yang terbaik dan telah membuktikan dirinya layak dipercaya. Namun, sisi lain dari hatinya masih dirundung ketakutan, bukan terhadap Javier, melainkan terhadap luka masa

