Langit sore itu berubah cepat menjadi gelap, seolah menyelimuti dunia dengan keheningan yang berat, mencerminkan badai yang berkecamuk di hati Matthew. Setiap detik yang berlalu hanya membuat kegelisahannya semakin dalam, seakan-akan alam pun ikut merasakan guncangan emosinya. Jemarinya pun kini menggenggam ponsel erat-erat. Di layar ponselnya, video itu terus diputar, menampilkan adegan yang membakar amarahnya dan mengguncang pikirannya. Darahnya terasa mendidih, setiap frame seperti duri tajam yang menusuk, membuatnya sulit mengendalikan emosi yang memuncak. Aletta, dengan gaun putih yang memesona, tersenyum ke arah seorang pria yang sudah bisa ia pastikan itu adalah Javier, pria yang berusaha mendekati istrinya itu dan kini mereka sedang berada di sebuah butik pernikahan. Setiap

