Bab 1. Rejeki Hasil Dari Mancing
Pagi hari yang cerah di sebuah Desa.
Di pinggir sungai yang cerah……
Soleh sambil menunggu pancing nya dengan sabar dan selalu memikirkan nasib keluarga nya, karena Soleh anak pertama dari 3 bersaudara. Sesekali si Soleh berfikir, percuma sekolah sampai SMK dan mempunyai ijazah. Akan tetapi tidak berguna di desanya ( Karena kebanyakan anak desa saya merantau ke kota dan sebagian tinggal di desa ). Ahmad sering sekali ingin keluar dari desanya, akan tetapi tidak di perbolehkan sama kedua orang tua nya. Karena orang tua nya masih mampu membiayai kehidupan keluarga nya. Mau membuka usaha atau ternak kendala ekonomi nya yang susah. Unutuk makan sehari hari sudah bersyukur, maklum lah kami sekeluarga mengandalkan panenan setengah tahun sekali.
******
Sekitar menunggu selama 10 menit akhirnya pelampung saya bergerak dan tenggelam di tarik ikan, Saya seketika kaget dan langsung mengangkat joran'nya dengan hati - hati supaya tidak lepas dan putus benang nya.
Soleh : Ikan apa ya ini kok narik nya sangat berat sekali, semoga saja saya mendapatkan ikan dan bisa buat lauk aminn".
Saya pun mulai sabar dan tenang untuk mengangkat joran nya, supaya benang nya tidak putus. Setelah menunggu agak lama, wloupun agak susah mengangkatnya. Akhirnya ikan'nya terangkat dan saya kaget sekali mendapatkan ikan Lele yang lumayan besar dan jumbo. Sekitar satu lengan orang dewasa.
Soleh:" Alhamdulillah ya Allah,, ikan nya lumayan besar. Jarang - Jarang saya mendapatkan ikan sebesar ini. Semoga bisa mendapatkan ikan lagi amin".
Saya pun mengambil jaring tempat wadah ikan dan mengangkat benang ikan nya dengan hati hati
Soleh:"Lumayanlah nanti ibuk ku pasti bahagia mendapatkan ikan lele, dan bisa buat makan kluarga nanti malam. Karena emak suka pecek lele sama daun kemangi ".
Sambil tersenyum bahagia, senang membayangkan makan pecek lele nya. Dan menaruhnya di jaring ikan supaya tidak lepas.
Soleh:" Coba mancing lagi ah, siapa tau bisa mendapatkan ikan lumayan gede ".
Sambil memasang umpan cacing penuh semangat dan mengharapkan mendapatkan ikan lagi.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan mau adzan dhuhur. Tubuh saya sangat lelah sekali, akan tetapi rasa lelah nya terbayar kan dengan hasil ikan ikan nya yang saya dapatkan. Sekitar satu jaring penuh, mungkin inilah hari yang istimewa dan mendapatkan rejeki mancing saya. Jarang sekali saya mendapatkan ikan sebanyak hari ini, mungkin cuman dapat 2 atau 3 ekor ikan.
Soleh:"Alhamdulillah Ya Allah untuk Rejeki hari ini, hasil dari mancing lumayan banyak. Lima ikan Lele, tujuh ikan nila ukuran lima jari dan lima belas ikan wader ukuran 3 jari. Totalnya dua puluh tujuh ikan yang saya dapatkan.".
Setelah menghitung jumlah ikan nya saya pun menata joran saya dan mau ber siap siap untuk pulang ke rumah. Saya pun bingung sekali ikan sebanyak ini mau di apain, akhirnya saya kepikiran untuk di jual. Setelah mengecek semuanya saya pun mengambil jaring wadah ikan nya.
Sambil berjalan di bawah terik matahari, saya tidak merasa ke panasan. Mungkin karena mendapatkan banyak ikan kali ya he he he. Sesampainya di pemukiman desa, saya bertemu dengan sekumpulan ibu-ibu yang lagi kumpul (biasanya di desa sering sekali ibu-ibu kumpul).
Bu Julaiha:" Leh,…… Dapat ikan banyak Tah. Kok Bawak nya kayak gitu. Kesini sebentar ibuk mau melihat ikan ikan nya yang kamu dapat mancing".
Buk Julaiha itu istri dari bapak Udin, kluarga nya adalah RT di kampung saya. Biasa klou di kampung saya, parah ibuk ibuk berkumpul ntah yang di bahas apa. Kadang acara makan makan dan lain lain. Dengan penasaran buk Julaiha memanggil saya, mungkin kelihatan ya guyss……
Soleh:" Alhamdulillah bu, Saya mendapatkan ikan lumayan banyak. Mungkin hari ini rejeki nya saya buk, mancing di pinggir sungai".
Sambil senyum-senyum bahagia saya, karena mendapatkan jackpot mancing nya. Saya pun menghampiri para ibuk ibuk yang sedang rujak an. Karena jarang sekali waktu pulang mancing ada yang memanggil untuk melihat hasil pancingan saya.
Bu Julaiha:" Kok banyak sekali ini ikan ikan'nya Leh. Apakah boleh ibuk membelinya?. Enak sekali jika hasil dari mancing dan masih segar sekali ini".
Saya pun kaget sekali karena mau ada yang membelinya. Saya pun senang sekali bisa laku ikan ikan saya. Jika di makan tidak mungkin habis semua. Akan tetapi saya juga bingung, soalnya saya tidak paham tentang harga ikan dan baru kali ini saya menjual ikan hasil dari mancing.
Ahmad:" Alhamdulillah…… Jika ibuk mau silahkan saja di beli, dan terserah ibuk mau milih yang mana pilih saja buk. Mana yang ibu mau?".
Saya pun membuka jaring wadah ikan saya dan buk Julaiha mulai memilih.
Buk Julaiha:" Saya mau ikan Lelenya ya, sebentar saya ambilin timbang di rumah saya. Silahkan buk ibuk memilih ikan ikan nya jika mau ambil, nanti kita langsung timbang bersama".
Dan akhirnya para ibu ibuk sudah selesai memilih ikan ikan Saya. Dan tidak terasa habis terjual semua ikan saya. Buk Julaiha keluar membawa timbangan nya dan membawa kresek.
Buk Julaiha:" Sudah selesai buk ibuk, Saya ambil ikan Lelenya ya Leh. Buat lalapan ikan Lele sama daun kemangi. Santai aja tentang harganya ya Leh, pasti ibu samain kok sama yang di pasar. Jangan khawatir gitu mukanya he he he".
Buk Julaiha paham sekali karena sering sekali ke pasar. Dan para ibu ibuk mulai mengantri menimbang nya. Mungkin buk Rom melihat wajah saya yang bingung kali ya he he he.
Dan buk Rom mengasih kan kresek kepada temannya.
Soleh:" Alhamdulillah buk. memang saya belum pernah jual menjual he he he. Makasih ya buk sudah di kasih harga sama di pasar".
Mungkin buk Julaiha paham perekonomian saya. Maklum lah perekonomian di kluarga saya sangat susah sekali.
Buk Julaiha:" Santai aja Leh, ibuk tidak mau makan hasil yang curang dan haram".
Para ibuk ibuk langsung tepuk tangan dan memuji buk Julaiha. Karena buk Julaiha ini orangnya sangat dermawan dan sering membantu warga nya yang kesulitan.
Soleh:" Terimakasih banyak ya buk… Semoga di lancarkan rejekinya. Saya ijin pulang dulu, Assalamualaikum".
Akhirnya saya mendapatkan uang tiga ratus ribu rupiah, dan saya langsung taruh di saku celana. Saya pun langsung pamit dan menciumi tangan ibu Julaiha dan ibuk ibuk yang sedang kumpul, tidak lupa saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada ibu ibuk yang sudah membeli ikan nya. Baru kali ini saya mancing langsung di beli sama orang dan habis total.