Bab 12

971 Kata

Matteo hanya tersenyum kecil, seolah sudah terbiasa dengan semua pemandangan menjijikkan di ruangan itu. Musik keras menggema, lampu-lampu berwarna merah dan ungu bergantian menyorot setiap sudut ruangan. Wangi alkohol, asap rokok, dan parfum tajam bercampur jadi satu, menusuk hidung siapa pun yang baru pertama kali menginjakkan kaki di sana. Zenia menatap ke sekeliling dengan pandangan jijik dan resah. Ia tidak pernah membayangkan akan dibawa ke tempat seperti ini oleh Matteo. Matteo meneguk minumannya santai, sementara Zenia duduk kaku di sampingnya, menggenggam ujung gaunnya erat-erat. Tangannya terasa dingin, tapi wajahnya tetap tegak, berusaha tidak memperlihatkan ketakutan. Lelaki itu mencondongkan tubuhnya sedikit, berbicara di telinga Zenia agar terdengar di tengah dentuman musik.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN