Bab 128

2733 Kata

Matteo menatap Aidan dengan mata yang berbinar, hatinya dipenuhi perasaan hangat yang sulit digambarkan. Anak angkatnya itu, meski baru menginjak kelas satu, sudah bisa menulis dan membaca dengan lancar. Setiap kata yang keluar dari bibir kecilnya terdengar jelas, seolah-olah dia telah mempelajari dunia jauh lebih lama dari usianya yang sebenarnya. Matteo merasakan campuran kagum, haru, dan bangga yang menumpuk di d**a, membuat dadanya sesak tapi bahagia. “Papa, Mama, aku nanti akan jadi anak yang hebat. Aku akan membuat kalian bangga,” kata Aidan dengan nada yakin, matanya menatagp Matteo dan Zenia dengan serius, seakan menyampaikan janji yang tak bisa dilanggar. Zenia, yang duduk di samping Matteo, tersenyum lembut. Ia menepuk bahu Matteo dan sedikit menyenggol lengannya, seakan member

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN