Luna terdiam mematung mendengar ucapan Putri, tak terasa air mata jatuh juga di pelupuk mata nya. Buru-buru ia hapus. Tanpa banyak kata Luna pergi meninggalkan tempat itu sendiri dan tanpa pamit pada suaminya. Ia merasa Arka sudah kelewat batas, ia menghamili perempuan lain. Luna tidak mengira kalau suaminya bisa melakukan hal sebejat itu. Luna kira suaminya hanya mencintai Putri tanpa berani menyentuhnya, ternyata asumsinya selama ini salah. Dengan derai air mata, ia melangkahkan kakinya dengan cepat sebelum Arka melihatnya. Ia tidak mau mendengar apapun klarifikasi dari suaminya. Sempat terdengar adu mulut antara Arka dan juga Putri tetapi suara itu lambat laun menghilang seiring langkah kaki yang semakin menjauh. *** "Kita itu tidak pernah melakukan apapun! Jadi jangan meminta pe

