Arka terdiam mendengar ucapan istrinya, begitupun Abi. Karena tidak mau mengganggu mereka, akhirnya ia keluar tanpa pamit pada keduanya. "Kamu ngomong apa sih? Jangan aneh-aneh deh!" jawab Arka yang terlihat kesal. Ia menyadari istrinya tengah marah padanya, tetapi tidak harus meminta pisah juga kali, apalagi ada anak yang dikandung Luna. Arka belum mengetahui kalau Luna telah mengalami keguguran. "Semalam kamu kemana?" tanya Luna dengan tatapan menghujam, ada kilat amarah di pelupuk matanya. "Aku..." Arka mulai ragu untuk menjawab jujur. Ia benar-benar takut kalau berkata jujur, maka istrinya akan semakin marah. "Jawab! Kamu kemana? Kenapa ponsel kamu tidak aktif?" tanya Luna lagi. "Maaf." "Aku tidak butuh ucapan maaf dari kamu. Aku butuh jawaban!" tekan Luna. "Putri pendarahan. Ak

