Bab 21

1220 Kata

"Kandungan Ibu sangat rawan, Ibu tidak boleh banyak pikiran dan juga stres," ucap Dokter kandungan yang sedang memeriksa Luna. Sedangkan Abi, duduk tak jauh dari mereka. Ia hanya memperhatikan wanita yang masih mengisi hatinya itu dengan tatapan iba. "Apa anak saya baik-baik saja, Dok?" tanya Luna. Mendengar penjelasan Dokter tadi membuatnya semakin cemas. "Tidak apa-apa, tapi Ibu harus dirawat sampai beberapa hari ke depan, supaya saya bisa memantau perkembangan janin Ibu," jawab Dokter. "Apa seserius itu, Dok?" "Iya." "Baik, yang penting anak saya tidak kenapa-napa." Akhirnya Luna menyetujui untuk dirawat. Lalu ia pun bergegas menelpon Arka, suaminya harus tahu kondisinya saat ini. "Kenapa Lun?" tanya Abi yang melihat kegelisahan di wajah Luna. "Suamiku nomornya tidak aktif," jaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN