BAB 18

2341 Kata

Gue pernah mengalami ini sebelumnya, dulu juga ada perempuan yang mengaku hamil anak gue, dan di saat gue tawarkan uang, dia langsung menulis angka dengan nol yang cukup banyak di cek yang gue kasih tanpa ragu. Tapi sepertinya cara itu tidak berlaku untuk perempuan ini. Gue butuh saran saat ini, jadi sekarang gue mengajak teman-teman untuk berkumpul di bar, sudah lama sejak terakhir kali gue menginjakkan kaki di sini. Itu semua karena Inggitya, calon istri gue. Semenjak dia nerima lamaran gue, gue mengurangi intensitas untuk pergi ke sini. Walaupun dia nggak pernah bilang, gue tau dia tidak suka melihat gue mabuk. Dari gelagat dia yang selalu menolak saat gue cium setelah minum alkohol dan juga saat pulang dari bar, gue bisa menyimpulkan. Kini teman-teman menatap gue aneh. Gue tidak ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN