BAB 17

1805 Kata

Setelah mengutarakan niatnya untuk serius, gue meminta Laynata untuk menyampaikan tujuan itu kepada orangtua gue. Laynata menyanggupinya, dan datang ke rumah seminggu setelahnya. Tidak ada bos galak dan seenaknya, Laynata tetaplah seorang laki-laki biasa yang merasa gugup saat berhadapan dengan orangtua gue. Dengan tangan yang dingin dan bulir keringat di dahi, akhirnya ia bersuara. “Maksud kedatangan saya kemari adalah untuk meminang putri Bapak dan Ibu sebagai istri saya.” Mengingat ungkapan ‘asisten sumur hidup’ yang dia berikan membuat gue tertawa dalam hati, gue mengira Laynata akan menyampaikan istilah yang sama namun nyatanya tidak. Keprofesionalannya memang tidak diragukan dalam hal apa pun.  “Papa nggak akan melarang niat baikmu untuk meminang Inggitya, semua keputusan ada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN