BAB 22

2125 Kata

Hari demi hari berlalu, dan untungnya Laynata masih belum sadar akan perubahan di tubuh gue. Sekarang gue pergi ke rumah sakit untuk periksa kehamilan. Jadi gini ya rasanya jadi Yesi? Periksa kehamilan sendiri di saat ibu-ibu hamil lainnya kesana-kemari ditemani oleh suaminya. Ini bukan yang pertamakali gue ke sini, bulan lalu juga gue ke sini untuk periksa sekaligus minta vitamin agar mual dan pusing gue berkurang, dan obat dari dokter ini terbukti manjur. "Sendiri lagi Bu?" tanya sang dokter dengan ramah. "Suami saya kerja dok," jawab gue tidak sepenuhnya bohong. Laynata memang lagi kerja, dan tadi gue izin untuk pergi ke rumah orangtua gue kepadanya. Padahal gue ke rumah sakit untuk periksa. "Lain kali bapaknya ajak ya Bu, biar tau perkembangan anaknya juga, apalagi waktu jadwal U

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN