"Satu lagi. Kalau Axel kemari, pindahlah ke kamar tamu, kamar paling ujung sebelah kanan. Itu kosong. Jangan di sini. Ini kamar anakku, paling tidak, tahu dirilah dimana posisimu. Aku tidak tahu sedekat apa kamu dengan Alisa hingga dia memintamu tidur di kamar ini. Padahal kamar tamu banyak yang kosong. Setahuku waktu di pesta itu kalian juga tidak dekat, tiba-tiba saja bisa seakrab ini, dan sepintar apa kamu sampai bisa mendekatinya dan menjadikanmu asisten pribadinya?" Aku tersenyum kecut. Nampak jelas kalau ibunya Arik tidak suka padaku. Apalagi tudingannya barusan membuat hatiku sakit. Perih rasanya. Tidak seperti dalam bayanganku. "Turunlah ke bawah! Karena tahu aku mau naik, Alisa memintaku memanggilmu juga sekalian ikut makan malam dengan kami. Lain kali bersikaplah sewajarnya da

