"Kenapa kalian? Ada yang lucu? Apa ucapanku salah?" Raut wajah Pak Arik berubah tegang. Dia marah? Seketika Alisa menghentikan tawanya. "Ini sudah mepet Rik, mana mungkin kita nyuruh Luna ganti baju lagi. Kita bakal telat. Lagipula kenapa kamu tidak suka? Kamu kayaknya lebih memperhatikan Luna daripada aku? Padahal pakaian kami kurang lebih hampir sama loh. Kamu nggak komplain dengan pakaianku saat ini?" Aku lantas memperhatikan penampilan Alisa. Cantik. Kalau diperhatikan, pakaiannya mirip dengan dres yang pertama kali disodorkan Melani untukku. Dres pilihan Alisa yang disuruh ganti oleh Pak Arik. Jadi sebenarnya Alisa memilihkan pakaianku kembaran dengannya. Aneh, untuk apa? Hanya warna dan detail payetnya saja yang berbeda. Pantas Alisa bertanya begitu. Membuatku bertanya-tanya dalam

