"Iya, Neni ada apa?" tanyaku setelah wajahnya menyembul di balik pintu yang kubuka. "Bapak menunggu Nyonya di depan." Kubuka pintu lebih lebar. "Di depan? Apa katanya?" Neni menggeleng. "Sepertinya Bapak ingin mengajak Nyonya pergi. Beliau juga meminta saya menyampaikan pada Nyonya untuk berganti pakaian." Pergi? Dia mau mengajakku kemana? "Nyonya Luna." "Ya," sahutku terkejut mendengar panggilannya. "Biar saya membantu Nyonya berpakaian, boleh saya masuk?" "Oh begitu, i–iya silakan." Aku mempersilakannya masuk ke dalam kamar. Neni membuka lemari pakaianku. Matanya jeli bergerak menjelajahi isi lemari, memilihkan mana pakaian yang cocok. "Yang ini saja," pilihku menunjuk satu pakaian bentuk dres polos lengan panjang. Walaupun sebenarnya bukan pilihan favorit, dan aku belum terb

