"Ponsel?" ulangku ingin memastikan. "Iya, ponselnya Arik biar aku saja yang pegang. Bukankah sama kamu?" Tangannya Alisa masih terulur di depanku. Dengan berat hati kuserahkan ponsel Pak Arik yang berada dalam saku celanaku pada Alisa. "Terima kasih," ucap Alisa dengan senyum terkembang setelah ponsel itu berada di tangannya. Dibukanya ponsel tersebut sejenak lalu meletakkannya diatas meja. "Ini alasan kenapa kusita ponselmu waktu itu." Alisa menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. "Untuk menghindari masalah. Untuk menghindari orang luar tahu siapa kamu di hidup kita. Itu semua sudah aku rencanakan dengan matang, sayangnya karena kesalahanmu, satu orang lagi jadi tahu keberadaanmu di keluarga Bara Wijaya," lanjutnya kemudian. Aku hanya diam menyimaknya bicara sambil meremas kedua

