"Mas? Mas Arik …." goda Alisa memanggil Pak Arik dengan senyum jahil ke arahnya. Aku dibuat heran. "Apaan Lis, nggak lucu," delik Pak Arik terlihat tak suka. "Mas Arik, aku panggil begitu juga ya?" Masih menggoda dengan senyum merekah tak pudar dari kedua sudut bibirnya. "Lis!" Pak Arik melotot ke arah Alisa dan memanggil namanya penuh penekanan. Alisa malah tertawa terbahak jadinya. Sedang Pak Arik berjalan lebih dulu meninggalkan aku dan Alisa dengan wajah masam. Ada apa dengan mereka? Kukira Alisa bakal marah padaku karena panggilan tersebut, ternyata malah sebaliknya. Dia menjadikan itu lelucon dan menggoda Pak Arik yang tampak tak suka dipanggilnya begitu. "Ayo, Lun." Ditariknya tanganku dan memaksaku melangkah beriringan dengannya. "Aku dan Arik seumuran. Kami berteman baik s

