"Pintunya dikunci dari luar," ucap Pak Arik, tampak panik memberitahu. Dikunci? Kenapa? Dan siapa yang menguncinya? Perasaan tidak terkunci dan anehnya anak kunci tersebut hilang begitu saja dari sana. Yang membuatku heran, ada apa dengan tubuhku, aku kesulitan mengontrolnya. Hawa panas terasa menjalar ke seluruh tubuh. "Pak, ada apa dengan saya, rasanya …," ucapku terbata, terdengar mendesah tanpa kusengaja dengan mencengkram kuat sprei kasur. Tak ada sahutan dari Pak Arik. Ia terpaku di depan pintu. Ada yang aneh dengan dirinya. Lelaki yang terjebak bersamaku di kamar ini, terlihat mengepalkan dengan kuat kedua tangannya ke dinding. Apakah dia sedang menahan marah karena pintu kamar ini terkunci? Tapi bukan aku yang melakukannya. Aku sendiri bingung dengan keadaan kamar ini. Aku ya

