"Akhirnya kita bertemu juga." "Maaf, Anda siapa?" Kutanyakan juga karena merasa pernah melihatnya. Wajah di depanku ini seperti tidak asing. Tapi kenapa dia menyebut nama Bulan. Apa dia itu yang …. "Mungkin kamu lupa, tapi kita pernah ketemu. Coba kamu ingat-ingat." Benarkah? Astaga, kenapa mengajakku berteka-teki. Bagaimana bisa aku memikirkannya, sedang yang di bagian bawah ini saja sudah tidak sanggup lagi menahan untuk segera dibuang. "Maaf, s–saya ke toilet dulu, permisi." Dengan setengah berlari aku pergi meninggalkannya begitu saja. Meski dilanda penasaran dan takut bersamaan, tapi aku tidak sanggup menunggunya lagi. Lega, hajatku berhasil dikeluarkan. Aku tidak tahu kenapa suka sekali buang air kencing akhir-akhir ini, apalagi kalau kebanyakan minum air. Yang jadi masalah, se

