"Indahnya berbagi selagi kita cukup dan merasa banyak yang tidak seberuntung kita, sudah saatnya tangan menjadi pemberi dan rangkulan menjadi penyemangat untuk mereka. " -Nabastala- *** Setelah Ramon membacakan puisi mereka menangis haru karena kita tidak pernah tahu bahwa kematian itu hanya segaris diujung mata, ketika Allah bilang kepada Malaikat Izrail sudah saatnya maka sebelum jodoh mungkin kematian dahulu yang menjemput. Jangan menunggu taubat besok, kita tidak pernah tahu detik berapa perjanjian kita dengan Allah akan dipertemukan dengan kematian. Apalagi saat orang tua sudah menghembuskan napas terakhirnya saat itu bumi ini terasa gelap seperti kamuflase dari banyaknya pekat yang di dapat. Semuanya menangis termasuk Aldi, Lana, Rena, Laron dan Afif yang menjadi panitia pad

