"Kamu pikir aku akan melepaskan gadis ini begitu saja, hem? Dasar bodoh!" bisik Leo yang seketika membuat Affandi berubah pikiran. Yah, putra kesayangan Aninda yang sedianya ingin menyudahi pertikaian dadakan itu sepertinya harus mengurungkan niatnya. Barisan kata yang terlontar dari bibir Leo sempurna membuat emosi Affandi seketika memuncak. Telinganya pun mendadak terasa panas. Dan mulut yang sejatinya tak suka mengumpat, kini harus mengkhianati kebiasaan. "Kurang ajar!" maki Affandi dengan suara bergetar. Kedua tangan Affandi yang sempat berada di posisi santai, kini menjadi tegang. Jemari besarnya pun kini bergerak saling merapatkan diri, membentuk kepalan solid. Lalu ia ayunkan tangannya di udara. Dan boom… Tangan Affandi mendarat sempurna di pipi si rival. Meninggalkan sensasi

