["Jangan lupa. Hari ini kita akan bertemu. Kalau tidak,bahaya tak akan segan menyapa keluargamu."] Sebaris pop up pesan singkat yang tampil dalam layar gawai berwarna elegan itu berhasil mencuri perhatian Amanda. Dalam keadaan nyawa belum terkumpul sepenuhnya, puan berjiwa friendly itu membiarkan jemarinya menekan toggle balas. Dengan penuh percaya diri, kekasih Yogi ini mengetik satu kata yang begitu singkat, padat dan jelas; OK. Dan dalam waktu sepersekian detik, barisan kata yang tersaji dalam pesan teks terkirim. Senyum manis kini sempurna terkembang dari labium Amanda. Hanya saja, tak lama setelah pesan teks itu terkirim, sebuah pesan baru lagi-lagi mendarat. ["Angkat topi untuk keberanianmu mengiyakan pesan singkatku."] "Tunggu. Mengapa mas Yogi begitu salut dengan keberanianku

