"Baiklah. Sepertinya aku harus lebih bersabar dulu berada di sini." putus Amanda seraya tetap mengawasi sosok pengemudi mobil di belakangnya. Sekaligus sengaja menjaga jarak aman. Ia tak mau lagi jika harus kebut-kebutan di jalan. Namun, apa yang terjadi. Lima menit berlalu, sedan yang terparkir di belakangnya belum juga mau bergerak. Sementara pada waktu yang sama, gawainya mulai menunjukkan pesona. ["Jangan berhenti terlalu lama. Kecuali kalau kamu memang menginginkan keluargamu celaka."] Barisan kata yang tertulis dalam pesan singkat random lagi-lagi mengganggu Amanda. Memaksanya untuk mau tak mau melanjutkan perjalanan sekarang. Meskipun netra cokelatnya masih melihat mobil itu belum berubah posisi. Sejenak, Amanda terlihat menimbang-nimbang barisan kata yang mampu membuat jemari

