BAB XXI

1090 Kata

Sesampainya di kediaman Franklin. Hana dikurung di kamar dan William diusir dari sana. Hana menangis seharian karena dilarang bertemu lagi dengan William. Dia mogok makan pada kakeknya. Para pelayan mencoba membujuk Hana dengan membawa makanan kesukaan Hana, tapi dia tetap bersembunyi di dalam selimutnya. Kepala pelayan akhirnya menghubungi Harry, dia melaporkan segala yang terjadi di kediaman Franklin. Sore itu Harry terpaksa kembali lebih awal dari kantornya, dia perlu berbicara dengan Hana. Tok tok tok… “Hana, ini kakek. Kakek ingin berbicara denganmu.” Harry mengetuk pintu kamar Hana tapi tidak ada jawaban. Akhirnya Harry masuk ke kamar Hana yang tidak terkunci. Harry melihat Hana ada dibalik selimut. “Kau tidur?”, tanya Harry. “Tidak.”, jawab Hana singkat. “Kau marah pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN