BAB XVII

1080 Kata
Sesampainya di kediaman Franklin, William dan Hana disambut para pelayan dan kepala pelayan yang baru. Kepala pelayan itu adalah anak James, kepala pelayan sebelumnya. James sudah lama meninggal setelah kematian Hans dan Lilian. Masih bergandengan tangan William dan Hana memasuki kastil Saat sampai di ruang tengah ternyata sudah ada Harry dan orang tua William. Kepala pelayan sepertinya lupa memberi tahu tentang kedatangan Harry dan kedua orang tua William karena sibuk dengan tas mereka sehabis liburan. William dan Hana terkejut. Hana mencoba menarik tangannya yang digenggam William tapi William menahan tangan Hana, dia pikir inilah saatnya. Sekarang atau tidak sama sekali, kebetulan semua sudah berkumpul. Mata para orang tua itu melotot. “Will, apa yang kau lakukan?”, tanya ayah William. William dan Hana berdiri dihadapan mereka seperti seorang terdakwa. Sebenarnya William tidak siap, dia pikir akan bicara pelan-pelan dulu dengan orang tuanya. Tapi apa boleh buat, sudah tertangkap basah. “Ayah, ibu, paman Harry. Ijinkan aku menikahi Hana.” William berkata dengan tegas. Para pelayan yang kebetulan lewat sambil membawa tas-tas William dan Hana sampai berhenti mendengar perkataan William, tapi mereka langsung melanjutkan pekerjaannya kembali tak berapa lama. “Kau sudah apakan Hana?!?”, hardik ayah William. “Will…kau tidak berbuat macam-macam kan selama liburan di vila?” Ibu William takut anaknya melakukan perbuatan terlarang. Mereka sudah menganggap Hana seperti cucunya sendiri. Persahabatan mereka dengan Harry tidak boleh hancur karena perbuatan bodoh anaknya. “Aku tidak melakukan hal yang terlarang. Aku hanya menciumnya beberapa kali. Dia juga menciumku.”, jawab William lugas. Mereka semua terbengong-bengong, bahkan Hana juga. “Kakek…dengar dulu penjelasku..aku tidak…” Hana ingin menyangkal perkataan William. “Jangan bohong pada kakek. Kakek sudah tahu.”, sanggah Harry. “Apa?!?”, serempak semua mereka berkata “Kakek sudah tahu. Apa kalian pikir para pengawal itu tidak melaporkan segalanya padaku?” William langsung memucat, dia lupa semuanya adalah pengawal yang dipekerjakan Harry, tentu mereka setia pada Harry. Sambil memperbaiki letak kacamatanya, Harry berkata, “Perihal kalian akan kami bahas lebih lanjut. Ada hal yang lebih penting. Kami sudah mengetahui pembunuh Albert dan Hana.” Semua orang berkumpul di ruang tengah kediaman Franklin. Harry membeberkan bukti yang tidak terbantahkan. Dia meminta beberapa karyawannya yang bekerja sebagai wartawan untuk menyelidiki keluarga besar Franklin. Karena dia curiga, saat kematian Albert dan Abi, seluruh saham dari kerajaan bisnis Franklin turun pesat, hanya 1 saham dari kerabat Franklin yang seluruhnya dijual sebelum kejadian, yaitu saham perusaahan Durt. Sepertinya mereka sudah tahu terlebih dahulu dan sudah mempersiapkan segalanya. Harry mulai mencari jejak dari sana. Ternyata diketahui, dulu Charles sempat meminta Hans untuk menikahkan Albert dengan putrinya. Tujuannya untuk menguasai seluruh kekayaan Franklin jika pernikahan itu terjadi. Bahkan Charles sempat menjebak Albert untuk menemui putrinya di kamar hotel. Ada rekaman CCTV hotel yang menunjukkan Albert sempat terlihat marah pada Charles dan putrinya menangis tanpa mengenakan baju, hanya menutupi tubuhnya dengan selimut. Dari laporan para wartawan juga diketahui ternyata ada pembelian sejumlah ranjau darat di pasar gelap. Dan itu dilakukan oleh bawahan Charles atas perintah Charles sendiri. Untuk menyelidikinya dengan pasti, Harry sampai harus berhubungan dengan mafia. Dan ada beberapa saksi mata yang melihat beberapa mobil sempat berhenti di tengah jalan, disaat hujan badai hari itu. Mereka pikir salah satu mobil mogok, ternyata mereka melihat sejumlah pria menaruh berapa benda di tengah jalan. Saksi mata yang merupakan penduduk setempat melihat orang mirip dengan Charles ada di salah satu mobil itu. Para wartawan itu sudah mencocokkannya dengan foto-foto Charles dan mereka semua yakin itu benar Charles. Hana menangis, dia langsung teringat akan malam itu. Malam yang sampai sekarang menjadi hari paling menyedihkan untuknya, bahkan kakek dan neneknya harus meninggal dalam sakit hati kehilangan putranya. ”Tadi pagi aku sudah memberikan semua bukti pada pihak kepolisian. Dia tidak akan bisa menyangkalnya. Seharusnya berita penangkapannya akan segera muncul.” Albert menjelaskan semua pada William dan Hana. “Halo. Iya. Bagus. Terima kasih” Harry mendapat panggilan dari sekretarisnya. “Nyalakan TV, berita penangkapan Charles diliput secara langsung.”, Harry memberitahu. Charles Durt ditangkap di kediamannya setelah dinyatakan bersalah sebagai dalang dari kecelakaan yang mengambil 4 korban jiwa, yaitu Albert dan Abi Franklin dan 2 pengawalnya. Pihak kepolisian akan mengadakan persidangan bulan ini karena bukti dinyatakan sudah cukup kuat untuk menjebloskan tersangka. Diperkirakan Charles akan dijatuhi hukuman maksimal seumur hidup. “Bagaimana orang yang masih keluarga bisa melakukan hal sekejam itu.” Ibu William menenangkan Hana yang menangis. Hana sudah tertidur setelah lelah menangis, William meninggalkan Hana di kamarnya setelah menemaninya tadi. Di bawah, orang tuanya dan juga Harry sudah menunggu. Menunggu penjelasan William, laki-laki dewasa yang berani menyentuh Hana, kesayangan semua orang. “Alasan apa lagi yang mau kau berikan? Ayah pikir kau sudah berubah dengan memutuskan semua kekasihmu yang datang bergantian setiap hari. Berani-beraninya kau menyentuh Hana!” Ayah William sangat marah. “Seharusnya sebagai orang yang jauh lebih tua, kau lebih bisa menahan diri.” Ibu William ikut menyiramkan bensin di tengah kobaran api. “Ayah, ibu, paman Harry. Aku sungguh mencintai Hana. Aku tidak menyentuhnya lebih jauh. Aku tidak melakukan hal yang terlarang.” William berlutut dihadapan mereka. “Aku akui dulu aku punya banyak kekasih, tapi semua berubah setelah ada Hana. Tolong aku paman, aku tidak bisa hidup tanpa Hana. Dia sudah membalas perasaanku, jadi ijinkan aku menikahinya." William akhirnya menunduk tanda dia siap menerima penolakan dari keluarganya. “Membalas perasaan apa?!? Pasti buaya sepertimu merayu Hana kan?!?" Bukan melunak malah ayah William tambah marah mendengar penjelasan putranya. “Apa yang harus aku jelaskan pada Hans. Kau tahu dia masih sangat muda. Kau benar-benar, memang tidak ada wanita lain selain Hana?” Harry tidak habis pikir. ”Tidak ada selain Hana, semenjak dia lahir, hanya Hana.”, jawab Harry tetap menunduk. Akhirnya mereka bosan memarahi William dan Harry berkata, “Kami sudah berdiskusi sebelumnya. Kami mengijinkan kau menikahi Hana. Hanya saat dia berumur 21 tahun. Bisakah kau menunggu?” William langsung mengangkat kepalanya, dengan tatapan berterima kasih dia berkata, “Aku akan menunggu, selama ini aku menunggu. Tidak masalah jika aku menunggu 1 tahun lagi. Terima kasih ayah, ibu, paman Harry.” “Itu pun jika dia tidak berpaling darimu, kau pikir diluar sana tidak ada pria yang lebih baik darimu? Banyak. Awas jika kau berani menyentuh Hana sebelum kalian menikah.”, ayah William masih saja kesal dengan anaknya. “Dia nantinya akan memanggilmu paman atau kakek?, tanya ibu William pada Harry. Akhirnya setelah puas memarahi William, malam hari orang tua William dan Harry kembali ke kediamannya masing-masing.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN