Selvi mendekati Senna yang saat ini sedang menangis dipelukkan Guntur. Senna memang sengat sedih melihat keadaan Siska, yang masih belum sadar apalagi ia tidak menyangka jika melihat keadaan Siska yang seperti itu. Ia bukanya merasa senang, karena melihat Siska menderita tapi hatinya merasa sangat sakit. "Senna..." panggil Selvi membuat Senna melepaskan pelukannya kepada Guntur dan ia melihat kearah Selvi. Ia menghapus air matanya dengan jemarinya. Selvi menjongkokkan tubuhnya dan ia memegang tangan Senna. "Senna, aku yakin adik kamu nggak apa-apa dan pasti segera sadar," ucap Selvi. "Hiks...hiks...iya, dia kan kuat, harusnya hanya aku yang boleh nyakitin dia orang lain nggak boleh!" Ucap Senna. "Iya dia pasti segera sadar karena ingat kalau dia punya kakak perempuan, yang pastinya a

