Dunia Benar Benar Sempit

476 Kata
“ Arfa …..” Ayu mengulum senyum ,” Bagaimana dengan Arfa setelah kejadian itu ?” “ Marah, sedih dan syok untuk beberapa minggu.” Lenny tertawa geli ,” Lelaki selurus Arfa, tidak menyadari bahwa kehidupannya dengan Gladys berbeda. Dia sama sekali tidak menyangka Gladys akan melakukan itu dengan Andro … makanya dia berkeras mereka harus menikah. Padahal buat mereka berdua …. tidur bersama hanya …" Lenny menjentikkan ujung jari sambil mencibir ,” Arfa terlalu naif.” “ Lalu sekarang ?” “ Setelah reda dari emosinya, dia fokus pada pekerjaan. Apa yang dialaminya membuatnya berhati hati, terlebih setelah yang dilakukan Gladys pada Andro. Dia berempati … tapi tidak pernah sampai tahap peduli.” menatap Anin sambil mengulum senyum ,” Mungkin saat ini mulai peduli.” Anin terlalu fokus pada jemarinya dan tidak menyadari Lenny dan Ayu bertukar pandang sambil tersenyum penuh makna. “ Anin …..” “ Ya ….” “ Ehm ….” Lenny terlihat ragu. “ Ada apa ?” “ Tentang Dino dan Tia ….” menggigit bibir melihat kilatan luka dimata coklat itu ,” Keluargaku, keluarga Arfa dan keluarga Tia berteman untuk beberapa generasi. Aku tahu pasti bagaimana Tia kalau sudah mengiginkan sesuatu. Dan semua keluarga kami tahu bagaimana prosesnya mereka akhirnya menikah waktu itu. Arfa ada di hotel itu, bersama mamanya dan mamaku. Dan sejak saat itu … kelihatannya sejak dia bertemu denganmu … dia lebih tenang. Kamu tidak berpikir Dino terpaksa atau ....” Anin bersandar dengan bahu luruh ,” Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi, aku tahu semua tidak akan pernah sama walaupun aku memaafkannya. Tia selalu merengek membutuhkan Dino, dan dia tidak mengiyakan ataupun keberatan … Bukankah lebih baik kalau Dino mengambil tanggung jawab itu sepenuhnya ?” “ Kamu masih sakit hati ?” tanya Lenny hati hati. “ Entahlah. Aku tidak marah pada mereka lagi sejak lama. Tapi aku selalu berpikir lebih baik tidak berhubungan dengan mereka lagi. Sejujurnya cukup sulit bagiku untuk mengendalikan diri saat bertemu mereka tadi. Aku tidak ingin bertemu, ditambah lagi kondisi yang baru saja kualami bertemu kak Andro.” “ Kamu cukup tenang.” Anin tertawa getir ,” Aku setengah mati memaksakan diri untuk tidak berlari keluar tadi.” “ Mengapa tidak kamu biarkan Arfa menemanimu ?” Anin menggeleng ,” Dr Arfa mengingatkan bagaimana kami pertama kali bertemu, tapi aku tidak menyadarinya sama sekali saat itu.” dihembuskannya nafas ,” Baru setelah sedikit tenang aku mengingat ada seseorang didalam lift waktu itu.” “ Dino … laki laki itu ?” Ayu menatap mereka berdua. Anin tersenyum pahit ,” Dunia benar benar sempit … dan itu menambah alasanku untuk membatasi hubungan dengan keluarga yang dimiliki Tara .. kelihatannya aku memang harus kehilangannya .” Ayu melihat kesedihan itu, dan dia mengerti. Disodorkannya cangkir Anin, dan menyesap cappucinonya sendiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN