Andro

515 Kata
Arfa mematikan mesin mobilnya, menghela nafas mendapati Anin berdiri di depan pintu, ragu ragu memasuki lobby yang cukup sibuk di jam makan siang seperti ini. “ Arfa ….Kamu peduli padanya.” Arfa melirik Leny ,” Hanya mencoba menempatkan diri di posisinya.” Leny menatapnya tidak percaya, menggerutu melihat lelaki disampingnya melangkah lebar menuju lobby. “ Aku sudah bilang untuk dijemput.” Anin memalingkan wajahnya ,” Dok ….” mengangguk pada perempuan yang menyusul Arfa. “ Ayo masuk.” Arfa mengulurkan tangan yang segera disambut Leny ,” Just as a usual.” ujarnya tersenyum menenangkan pada gadis yang menggenggam lengannya erat dengan wajah tegang itu ,” Ayo Anin. Tara sama siapa di penginapan ?” “ Dokter Ayu dan suaminya.” diikutinya Arfa dan Leny memasuki lift. “ Leny … ini Anin. Dan Anin, ini Leny.” Anin mengulurkan tangannya disambut Leny sambil tersenyum. Keduanya bertatapan ketika merasakan tangan mereka sama sama dingin karena gugup dengan alasan yang berbeda. Arfa menghela nafas … kalau saja ia bisa menunjukkan pada mereka bahwa dia juga gugup saat ini. Suasana dalam ruangan kecil itu begitu hening karena ketiganya sibuk dengan pikiran masing masing. Tak sadar ketiganya menghembuskan nafas panjang saat pintu terbuka ,” Ayo.” menepuk tangan Leny yang memeluk erat lengannya. Anin berjalan sedikit dibelakang mereka ...Seperti apa Kak Andro ? Kalau melihat bagaimana dokter Arfa memperlakukan perempuan ini, melindunginya …. “ Anin.” Anin mengusap dahinya yang membentur punggung Arfa ,” Maaf dok.” Arfa membuka pintu ,” Happy Birthday …” Andro berdiri, melangkah memeluk singkat kakaknya ,” Siapa ini ?” Anin menatap versi lain dari Arfa itu … Aku selalu membayangkan senyum dan tatapan ramah sedikit nakal seperti di foto kakak. Tapi mengapa jadi menyeramkan begini ? … ujarnya saat mendapati tatapan sedingin es itu. Tanpa sadar ia mengusap tengkuknya yang seketika merasa dingin, saat menyadari sosok ini yang akan dihadapinya tentang Tara. “ Ini Anin.” Arfa meraih bahu Anin untuk mendekat. “ Siapa lagi ? Gak cukup bawa dia kesini setiap kali kamu datang ?” matanya menyambar tajam pada Leny. Arfa mengangkat bahu ,” Kalian punya janji untuk merayakan ulang tahun bersama selamanya.” ditepuknya bahu Leny yang terlihat tegang. Gadis ini mencintai Andro …. tatapan matanya berbeda walaupun dia bermanja pada Arfa tadi. Anin memilih berdiri disamping Leny saat Arfa melangkah ke sofa mendekati kedua orangtuanya, entah mengapa ia ingin menemaninya. Andro mendengus ,” Sebagai apa kamu diajak kesini ?” Anin memaksakan diri untuk tenang. Separuh hatinya takut, saparuhnya lagi ingin melempar lelaki yang sudah menghancurkan hidup kakaknya ,” Hari ini ulang tahunmu ? Selamat … saya punya hadiah.” “ Aku gak butuh.” Deal … rasa marahnya menang, dan ia bersyukur untuk itu … karena membuatnya lebih berani “ Bener gak butuh ? Atau gak ingin ? Lihat dulu, baru ambil keputusan.” Keningnya berkerut melihat Andro tak bergeming .”Kalau kakak laki laki, terima ini.” diulurkannya amplop berisi surat dari Tania dan satu lagi berisi barang barang yang diberikan Tania termasuk cek itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN