Royce berguling ke kanan dan kiri di kasurnya. Dia tidak dapat menutup mata. Terlalu banyak pikiran yang mendesak di kepalanya. Royce bangkit dari kasurnya kemudian berjalan ke meja belajarnya. Dia membentangkan sebuah kertas putih besar yang selama ini menjadi acuan khas seluruh rencananya. Tipikal pemikir. Si Clairvoyant yang tahu banyak hal. Setelah semua rencana tentang Daniel terselesaikan, ia mengubah gambaran kertas rencana-nya tentang status Daniel yang menjadi team. Agak mengejutkan dan dia sendiri tidak percaya. Malah sekarang Percival yang berbeda pendapat dengan mereka semua. Padahal tadinya adalah satu team. Padahal Percival adalah adiknya, keluarga. Lalu muncul nama baru lagi yaitu Benjamin. Pria itu sekarang adalah pusatnya. Penjahatnya. Lawan mereka yang harus dih

