Keempatnya berada di kamar Royce yang tidak dikunci, seolah sengaja meninggalkan sesuatu jikalau dia benar-benar pergi. Dalam bahaya. Seolah sudah menduga sejak awal. Perencanaan yang baik. Sewtidaknya itu yang mereka tahu tentang Royce. Kamarnya sangat rapih—paling rapih, seperti biasa. Khas Royce. Warna biru menjadi paling dominan di sini. Biru tua—navy. Semuanya berpencar mencoba mencari sesuatu. Tidak ada yang benar-benar mencurigakan. "Mengapa Royce menyimpan barang seperti ini?" tanya Mikayla bingung sambil tertawa. “Manis juga,” tambah Mikayla. Percival, Kacy dan Idris menoleh ke Mikayla yang sedang memegang beberapa make up di tangannya. Dia menggoyangkan lipstick, eyeshadow dan concelar yang dia gengam. "Selera yang bagus. Aku juga memakai stuff ini. Jadi apa semac

