Royce membuka matanya kemudian bangkit dari kasur. Dia memegang kepala belakangnya. Dia merasakan kepalanya begtu pusing seperti habis terhantam benda keras. Belum lagi tubuhnya terasa nyeri di seluruh bagian. Royce mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyadarkan dirinya dan menghilangkan rasa sakit yang aneh itu, namun gagal. Dia mengingat apa yang terjadi tadi tetapi seperti ada yang lubang kosong dalam ingatannya. Matanya meliar melihat dimana dirinya sekarang. Rasa lega menyebar ketika menyadari dia ada di kamarnya. Dengan tembok putih dan bed cover navy blue. Royce menghela napas dan tersenyum. Mimpi buruk membuat dirinya tidak nyaman, namun sekarang itu semua sudah hilang. Royce menoleh ke sampingnya, seorang gadis tertidur pulas. Dia tersenyum kemudian membelai rambut gadis

