Mereka memarkirkan mobil di depan rumah Benjamin. Seperti yang diarahkan pada GPS. Royce menatap secara keseluruhan rumah itu. Menimang-nimang apa yang harus di lakukan. Idris memeriksa sekitar apa ada yang mengawasi mereka. "Rumah yang sangat besar," ujar Mikayla. Daniel memutar bola matanya kesal dan kemudian menoleh ke belakang tepat dimana Mikayla berdiri. "Oh seriously?" Idris langsung merangkul bahu Mikayla melindunginya. "Daniel!" Daniel menghela napasnya. "Kalau begitu suruh dia berhenti mengoceh kalimat bodoh," sarkas Daniel. Mikayla tercekat mendegarnya dan rasa marah menguasainya. "Wow aku sangat terkesan kau mengatakan seperti itu, Franquez yang dulu sangat tergila-gila padaku. Lihat sekarang bagaimana kau terlihat bodoh karena seorang wanita yang b

