hari yang ditunggu telah tiba
dimas dan laras sudah sah menjadi suami istri secara agama dan negara.
sesi poto dengan keluarga dan kerabat baru saja selesai. beberapa kerabat masih berkumpul, tampak rian berdiri bersama teman teman hakim, ngobrol tentang mutasi yang baru saja keluar. giliran rian yang akan pindah ke jawa timur
hendra dengan dimas mungkin dia menasehati dimas dalam berumah tangga.
lusi dengan teman temannya dan saudara dari pihak hendra dan lusi...
dan yuni menemani laras yang sudah permisi dengan ibu ibu arisan tidak dapat bergabung karena akan mengurus putri kesayangannya
yuni mengantar laras kembali kamar pengantin untuk istirahat karena malam nanti akan diadakan resepsi di ballroom hotel tersebut
"ras, ganti pakaian dulu nak. mami mau siapkan s**u untukmu dan vitamin. bentar ya sayang" yuni mengambil baju ganti laras dan memberi ke laras. tampak laras kelelahan lalu yuni menyiapkan s**u dan vitamin buat laras
"mi, temani laras ya" laras dengan manjanya
"anak mami udah jadi tanggung jawab suaminya jadi mami akan memanggil dimas kemari untuk temani laras" yuni mengusap puncak kepala laras. setelah selesai mengurus laras. yuni keluar dari kamar pengantin untuk mencari dimas
pihak WO masih sibuk mengganti dekorasi dari akad ke acara resepsi
"dim, ayoo ke kamar temani laras" yuni menghampiri dimas yang masih ngobrol dengan hendra. hendra hanya melihat yuni lalu mengalihkan pandangan ke tempat lain. takut kalau lusi mengamati dari jauh
"bentar tante" jawab dimas, seketika itu yuni terbahak "saya ini maminya laras jadi maminya dimas juga dong" yuni tanpa sadar memegang kedua pipi dimas lalu menatapnya, tersenyum sambil mengangguk, menunjukkan kalau yuni menyayangi dimas
"eh... iya mi, dimas ke kamar sekarang" wajah dimas merona lalu permisi pada ayahnya dan meninggalkan yuni berdua dengan hendra. sadar kalau mereka tinggal berdua yuni merasa semua akan baik baik saja.
"pak hendra bisa istrahat juga" yuni tersenyum tapi hendra malah pergi tanpa menoleh ke arah yuni. yuni terheran dengan sikap hendra padahal yuni ingin menjalin persaudaraan karena mereka sudah sah berbesan
rian yang melihat yuni dicuekin menjadi geram, mendatangi yuni "senyummu itu hanya untukku sayang" kata kata rian diucapkan agak keras agar hendra bisa mendengarnya. jelas hendra mendengarnya tapi dia harus menjaga hati istrinya
yuni menoleh pada rian "apaan sih... gombal" rian dan yuni melempar senyum lalu rian mengeratkan tangannya ke pinggang yuni lalu membawanya ke kamar mereka
"kenapa sih mami harus menyapa hendra" rian sepertinya cemburu, dia membuka pintu kamar mereka dan masuk ke dalam kamar
"papi, sekarang dia besan kita, apa salahnya mami menyapa besan sendiri. jangan cemburu yach..." yuni memeluk rian dari belakang
rian membalikkan tubuhnya "tapi sudut mata mami masih ada hendra"
"ais... papi mulai ngaco. mata bulat jadi ga ada sudutnya. sudah ah... ayoo kita istirahat"
yuni naik ke ranjang lalu mengangkat sedikit selimut agar rian masuk ke dalam selimut tersebut
rian langsung menerjang yuni dibalik selimut, tak perduli kalo nanti malam akan terasa lebih melelahkan dengan tamu tamu yang diundang rian
.....
dimas berjalan menuju kamar pengantin, membuka pintu dan melihat laras sedang duduk di kursi meja rias. ada rasa canggung diantara mereka. laras tak mau memandang dimas tapi dimas curi curi pandang takut kalau laras akan marah bila ketahuan melihatnya
dimas masih di sofa kamar membuka jas lalu membuka medsos dari ponselnya. beberapa temannya mengirim poto acara akad mereka di pesbuk dimas, teman teman dimas dengan segala pose, tampak wajah cantik laras. dia tersenyum manis mirip seperti ibunya. dimas mengarahkan pandangannya ke perut laras yang ada dipoto tersebut. masih rata tapi ada mahluk yang menyatukan mereka.
ingin rasanya dimas memegang perut laras. merasakan buah hatinya yang berada dirahim ibunya. ah rasanya kebahagian dimas tak dapat diungkapkan dengan kata kata
nak, apa kau merasakan kebahagian seperti yang ayah rasakan? batin dimas
"mas tidak istirahat?" ucapan laras mengejutkan dimas yang sedang termenung
"i-iya mas mau istirahat" lalu dimas beranjak ke ranjang mereka
tidur di ranjang yang sama, selimut yang sama tapi sepertinya jarak mereka sangat jauh
tak ada kata kata yang keluar dari bibir pengantin baru, mereka tertidur sampai pintu diketuk ternyata perias sudah datang untuk merias pengantin
di ballroom sudah datang beberapa tamu. setelah selesai berias, pengantin dan kedua orang tua pengantin memasuki ruangan
......
resepsi yang diadakan cukup meriah, artis ibukota mengisi acara menambah semarak suasana saat ini.
yuni dan lusi sangat cantik walaupun umur tak muda lagi tapi penampilan mereka bisa memukau tamu yang hadir. tapi tetap aja pengantin wanita masih bisa mengalahkan kecantikan mereka
duduk mengapit kedua pengantin, otomatis hendra bisa memandang puas kecantikan yuni tapi dia menahan pandangannya karena tak mau menyakiti hati istri dan anaknya yang sedang berbahagia
yuni yang selalu mengarahkan pandangannya kearah suaminya agar tak terjadi salah paham antara mereka berempat
pembawa acara meminta agar sang pengantin pria menghibur para tamu dengan suara emasnya. dengan sorak sorai para tamu mempersilakan dimas menyanyi
lalu dimas menghampiri pemain musik dan artis pengisi acara
"saya akan menyanyikan lagu yang mungkin disukai di generasi orang tua kami dengan judul love mi a risen dibawakan oleh grup band boizone. lagu ini sering dinyanyikan oleh ayah saya. jadi saya ingin ayah juga mendengar lagu ini agar hati ayah merasa senang..." lantunan musik dimainkan
para tamu mendengar lantunan lagu tersebut merasa senang tapi tidak dengan hendra, yuni, lusi dan rian.
karena lagu itu selalu dinyanyikan hendra ke yuni kalo mereka ada di kamar kos hendra. memori masa lalu terulang kembali
yuni memandang hendra, begitu juga hendra. rian yang melirik pada yuni dan lusi yang melirik pada hendra. saat itu laras memandang kedua orang tua dan mertuanya. bila para tamu bisa membaca cara pandang mereka pasti akan banyak pertanyaan. agar tidak terjadi kesalah pahaman laras langsung berjalan ke arah dimas sehingga acara saling pandang diantara kedua orang tua dan mertuanya bisa dihentikan secepatnya
dimas bernyanyi sambil melirik pada istri tercintanya yang mendatangi, betapa bahagianya dia karena laras mau menemaninya bernyanyi padahal laras mendekatinya agar tidak ada saling pandang di panggung pengantin
selesai bernyanyi, dimas mengeratkan tangannya ke pinggang laras. tapi laras hanya tersenyum dan menunuduk. mereka kembali duduk di kursi pengantin
tak lama rian mendatangi artis dan meminta agar menemaninya bernyanyi
"saya juga bisa bernyanyi" ujar rian, lalu mendapat sorak sorai dari para tamu
lalu riang berbisik pada artis yang akan membantunya bernyanyi
saat lantunan musik dimainkan, ada perasaan sedih diwajah yuni
rian menyanyikan lagu cinta karena cinta
sambil bernyanyi rian mendatangi yuni lalu tersenyum padanya. yuni membalas senyuman rian. ada perih dihati hendra tapi inilah jodoh....
para tamu yang mendengar suara rian merasa kagum karena suaranya tak kalah bagus dari penyanyi aslinya.tapi hendra, yuni dan lusi mendengar setiap kata kata yang keluar dari lantunan lagu itu menyakitkan hati
seharusnya acara ini menyenangkan tapi kenapa harus berhadapan dengan kisah lama?