Faiz menangkap pemandangan yang sukses membuatnya merasakan hangat dalam dadanya. Tanpa sadar senyumnya mengembang melihat Yudia yang sedang membereskan meja makan menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. "Pagi..." Faiz tersenyum tipis melanjutkan langkahnya kembali menuju meja makan. "Pagi..." "Semalam aku ke ruang kerja, Om, tapi nggak ada Om di sana. Aku ke kamar Om masih nggak ada dan aku mendengar suara gemricik air dari kamar mandi. Om mandi malam tadi?" Faiz terdiam. Menatap Yudia dengan tatapan yang sulit diartikan. Etdah bocah, tidakkah dia mengerti bahwa dirinya tersiksa karena tidak mendapatkan pelepasan? Astaga... Polos apa pura-pura polos sih? "Saya nyuci baju bukan mandi. Puas?" sarkasnya kemudian mendudukkan diri di kursi makan. Kikikan geli terdengar, Faiz hanya

