"I love you, Om." Faiz terpaku menatap lekat Yudia. Baru kali ini ia menemukan Wanita seperti Yudia. Pancaran matanya begitu berani dan tegas. Dia tidak terlihat seperti Wanita yang sering menempelinya. "Kamu bilang apa?" Tiba-tiba hening, Faiz tahu, Yudia hanya terbawa suasana saja. Mereka tenggelam dalam suasana yang bisa dibilang romantis. "Nggak ada siaran ulang, Om." Faiz merasa kehilangan saat Yudia melepaskan pelukan itu. Faiz menatap Yudia dalam penuh maksud saat tatapan mereka bertemu. Keningnya mengerut heran saat Yudia berinsut menjauh kemudian menidurkan dirinya berbalik membelakanginya. Faiz menyentuh telapak kaki Yudia yang tertutupi selimut. Dia merasakan debaran yang dulu pernah ia rasakan. Hanya saja debaran itu terasa lebih menggila dari sebelumnya. "Kenapa,

