Delapan belas

881 Kata

Suara ketukan pintu terpaksa membuat Yudia membuka matanya. Yudia bangkit dari tidurnya menguap lebar sebelum akhirnya berdiri membuka pintu kamarnya. Yudia berkali-kali mengerjapkan matanya melihat siapa yang berdiri di pintu kamarnya. Faiz? "Om ngapain malam-malam ketukin pintu kamar saya?" Yudia menyandarkan tubuhnya pada pembatas pintu menatap Faiz heran.  "Biasanya saya lihat kamu belum tidur jam segini dan masih diam di taman, tapi tumben kamu sudah tidur?" kening Faiz mengerut dalam menatapnya lekat. Yudia tersenyum tipis. "Badan saya pegal banget, Om. Om tahulah... Temani Keanu main itu menghabiskan stamina melebihi..." Yudia melihat Faiz menatapnya datar dengan segera Yudia mengatupkan bibirnya menghentikan ucapannya. "Ada apa, Om?" "Boleh saya masuk?" Kening Yudia menger

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN