Lima Belas

814 Kata

Mereka tertawa bersama bermain bola. Yudia tertawa lepas melihat Keanu yang memberengut sebal karena timnya kalah terus dari tim Rumi dan si kembar. "Papa payah!" cebik Keanu setelah istirahat di pinggir lapang. Napas Faiz memburu terengah kelelahan. Keringat membanjiri kening sampai ke pelipisnya. "Maklum, Ke. Papa kamu kan sudah tua," ucap Yudia yang dihadiahi delikan tajam dari Faiz. Yudia mengulum senyum geli melihat delikan Faiz. "Lah, memang iya Om sudah tua, kan?" Faiz mendengkus sebal membuang pandangannya ke lain arah, sementara Yudia melangkah mendekat ke arah Faiz membawa serta kain handuk kecil. "Tapi Om masih kuat kok di ranjang," bisik Yudia di hadapan wajah Faiz. Mata bening Yudia begitu fokus memerhatikan buliran keringat yang menambah keseksian Faiz di matanya. "Om sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN