Malam begitu sunyi, padahal Yudia baru saja merasa perasaannya begitu lepas dan juga lega karena liburan tadi siang. Yudia merasa dihargai dan diperlakukan layaknya seorang wanita. Tidak ada tatapan menghina dan tatapan menyakitkan lainnya. Angga? Seketika Yudia tersenyum getir. Dulu, dirinya sempat jatuh cinta pada Angga karena lelaki itu yang menolongnya dari belenggu ibunya. Yudia sempat mengira bahwa Angga adalah malaikat penolongnya, tetapi sayangnya itu hanya sebuah perkiraan karena Angga tidak berbeda jauh seperti Ibunya. Angga ingin melemparnya ke teman-temannya agar bisa menghasilkan pundi uang yang menggiurkan untuknya. Sekali lagi Yudia harus merasakan kekecewaan yang mendalam karena ulah Angga. Sudah kesuciannya dijual direnggut paksa oleh Ibunya dan Angga dengan teganya

