Air mata Maira mengalir dengan deras bahkan kini membasahi kemeja Danan. Maira tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi, tapi ia merasa saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Saat ini ia ingin menangis, hanya ingin menangis. Jam makan siang sudah tiba. Maira bersiap-siap menemui Nugra di kantornya. Semoga saja pria itu tidak pergi kemana-mana mengingat ia memang tidak memberi tahu pria itu perihal kedatangannya. Wanita itu meraih cupcake yang ia pesan sejam yang lalu. Ia hanya bisa memberikan cupcake ini sebagai ucapan ulang tahun pada calon suaminya. Semua yang ia rencanakan pagi tadi tidak jadi dilaksanakan karena suasana hatinya berubah. "Kak, aku pergi dulu ya,"kata Maira. "Kemana?" "Ketemu sama Nugra, Kak." "Kamu ada apa dengan Nugra?" "Cuma ngerasa dia ada hubungan de

