Bab 23

1106 Kata

Maira memasuki kamar Nugra dengan langkah perlahan. Ia menuju tirai jendela, membukanya agar cahaya masuk ke dalam. Ia duduk di sisi tempat tidur, mengusap permukan kasur. Sekilas senyumnya terukir, mengingat bahwa ini adalah tempat tidur sang kekasihnya. Ngomong-ngomong soal Nugra, ia belum ada komunikasi dengan kekasihnya itu sejak semalam. Bahkan tidak ada pesan apa pun yang masuk seperti sebelum-sebelumnya. Maira menarik napas panjang, mengambil ponsel dan menghubungi Nugra. Beberapa kali nada hubung terdengar, lalu suara pria yang sangat ia rindukan saat ini bicara dari seberang sana. "Halo, sayang?"sapa Nugra dengan hangat. "Hai!" Entah kenapa Maira jadi canggung. Bukan canggung karena perasaan cinta yang sedang bersemi, tapi kegalauan hati tentang kondisi Nugra saat ini. "Iya, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN