Pagi ini, Danan pergi ke kamar Maira. Ia mengetuk beberapa kali, tetapi adiknya itu tidak menjawab. Mungkin masih tidur, pikirnya. Ia baru saja hendak pergi, tapi tidak sengaja melihat ada celah di pintu. Artinya pintu kamar Maira tidak terkunci. Ia mengetuknya sekali lagi, dengan sedikit keras. Maira tidak juga menjawab. "Maira!" Danan bersuara keras sambil membuka pintu. Setidaknya wanita itu bisa mendengarkan dan waspada jika sedang berganti pakaian atau sedang tidak memakai apa-apa. Ternyata Maira masih tidur.Pria itu duduk di sisi tempat tidur, mengusap puncak kepala gadis itu. "Maira!!" Maira menggeliat, membuka matanya yang terasa perih."Kakak,"ucapnya serak. "Diketuk-ketuk nggak dengar, makanya kakak masuk. Nggak dikunci sih kamar kamu!" Danan memerhatikan wajah Maira yang semb

