"Iya. Kamu bilang wanginya kayak cewek sih,"jawab Nugra dengan tertawa kecil. Ia mengecup puncak kepala kekasihnya itu dengan lembut. "Oh iya, mana? Katanya mau dikasih ke aku?"tagih Maira. Nugra tertawa."Iya. Lupa...kamu nggak ingetin sih tadi. Besok deh aku kirim ya." Keduanya kembali berjalan keluar dari gedung itu. Di saat itulah, seseorang bertabrakan dengan lengan Maira hingga pelukan mereka terlepas. "Maaf, Mbak!"ucap orang tersebut. Maira sedikit kesal, ia merasa jalanan ini begitu lebar tapi bisa-bisanya ada yang menabraknya. Tapi, begitu melihat orang tersebut, amarahnya menjadi hilang."Kakak." "Ah, ternyata kamu, Maira. Maaf...kakak buru-buru. Jadi, nggak lihat,"ucap Yuki. Maira tersenyum."Nggak apa-apa, Kak. Maira juga nggak lihat kalau ada orang." "Kakak dari mana?"tan

