Danan duduk di ruang keluarga seraya memainkan ponselnya. Wajahnya terlihat sedang cemas karena orang yang katanya akan datang tidak kunjung tiba juga. Ia mencoba menghubungi temannya itu berkali-kali, tetapi ponselnya tidak aktif. Maira, baru saja turun dari anak tangga, melihat Danan dengan heran. Pria itu bahkan tidak menyadari kehadiran Maira meski wanita itu menghentakkan kakinya dengan keras. Akhirnya ia duduk di sebelah Danan sambil memesan taksi online. "Kak? Ngapain?"tanya Maira yang tampak sudah rapi. Danan menoleh, memperhatikan penampilan Maira."Mau kemana?" "Pergi." Maira tertawa. "Minggu depan kamu sudah mau menikah. Kok masih ke sana ke mari? Memangnya mau kemana?" "Ketemu Nugra. Kangen, kak. Sudah hampir seminggu kan kita nggak ketemu." Maira tersenyum bahagia. Tentu s

